MENERIMA HADIAH DARI ORANG TUA SISWA

Agar kita berhati-hati dalam menjalankan tugas sebagai guru silahkan baca artikel di bawah ini :
Hukum Hadiah dari Anak SD
20 Juli 2012 •oleh: Ust. Aris Munandar, S.S., M.PI. • 1 • dibaca: 1674
Pertanyaan:
Aku adalah guru SD. Dalam sebuah momen, murid-muridku memberikan hadiah kepadaku. Aku sangat sadar bahwa hadiah semacam ini adalah hadiah yang terlarang, akan tetapi anak-anak tidak paham akan konsekuensi perbuatannya. Tidak mungkin hadiah tersebut ditolak dengan terang-terangan, karena mereka berasumsi bahwa gurunya akan demikian bahagia ketika menerima hadiah tersebut. Apa yang harus kulakukan?
Jawaban:
Tidak ada pilihan bagi Anda selain menolak hadiah tersebut karena hadiah tersebut tidaklah halal bagi Anda.
Jika Anda berpandangan tidak mungkin menolak dan mengembalikan hadiah tersebut secara terang-terangan kepada anak tersebut, mengingat dia anak SD yang karena masih kanak-kanak tidak paham sebab mengapa hadiahnya ditolak, maka wajib bagi Anda untuk mengembalikan hadiah tersebut melalui orang tuanya.
Jika pilihan ini juga tidak bisa dilakukan, maka setelah menerima hadiah, Anda wajib membelikan sesuatu yang nilainya sama dengan atau lebih mahal dari pada nilai hadiah yang dia berikan lantas menghadiahkannya untuk anak tersebut.
Fatwa Syaikh Ubaid al Jabiri di atas versi arabnya bisa dibaca di sini: http://ar.miraath.net/fatwah/3525

Suatu hari Ibnu Al-Lutaibah seorang pejabat pemungut zakat datang menghadap Rasulullah saw. melaporkan dan menyerahkan hasil penarikan zakat dengan mengatakan: “Ini untukmu, dan yang ini telah dihadiahkan (dihibahkan) kepadaku.!” Rasulullah saw. seketika tersentak mendengar laporan pendapatan zakat dari amil beliau yang berasal dari suku Uzdi tersebut. Dengan penuh geram dan heran Rasulullah saw. berdiri di atas mimbar seraya mengatakan: “Ada apa gerangan seorang petugas yang kami utus untuk menjalankan suatu tugas lalu mengatakan: “Ini untukmu (Wahai Rasulullah), dan yang ini telah dihadiahkan untukku.!” Kenapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya, lalu Ia melihat apakah ia diberi hadiah ataukah tidak!?”, lanjutnya: “Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorangpun diantara kalian membawa sesuatupun dari hadiah-hadiah hibah tersebut kecuali ia akan membawanya sebagai beban diatas tengkuknya pada hari kiamat.!” (HR. Ahmad)
Hadits ini mengisyarat betapa Rasulullah saw. sangat mengecam dan mengutuk pejabat berwenang yang memanfaatkan dan menyalahgunakan posisinya untuk mengeruk keuntungan yang tidak legal demi memperkaya diri pribadi maupun orang lain dari jabatannya di luar hak-haknya yang sah, dalam berbagai bentuk dan apapun namanya yang essensinya adalah praktek suap dan misi eksplisit dan implisitnya adalah kolusi antara pihak berwenang dan pihak berkepentingan.
Dampak negatif suap memang sangat luas dan komplek, tidak hanya merusak mental dan kredibilitas aparat atau pejabat pemerintah sebagai penegak hukum dan penyelenggara kepentingan publik, namun juga menurunkan kepercayaan masyarakat kepada mereka secara umum meskipun masih ada pejabat yang konsisten memegang prinsip kejujuran, bersih diri dan rasa amanat

Semoga Allah Ta’ala menguatkan Iman kita untuk tetap bertugas sesuai dengan amanah yang kita terima tanpa mengharapkan hadiah dari orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: